CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Rabu, 20 April 2011

Materi Manajemen

Untuk siswa kelas x dan xi ipa 1, ini adalah materi leadership : manajemen.

Materi ini diambil dari beberapa sumber....

Cara Mengatur Waktu 1

Apakah Anda merasa seperti Anda tidak pernah punya cukup waktu dalam satu hari? Apakah Anda tertinggal dalam tugas pekerjaan dan tugas-tugas sampai Anda merasa cemas dan kewalahan? Jika demikian, Anda perlu belajar bagaimana mengatur waktu Anda lebih efektif. Orang-orang yang sukses baik dalam pekerjaan maupun di rumah mengelola waktu mereka dengan baik. Salah satu langkah pertama menuju sukses manajemen waktu adalah untuk mulai mengidentifikasi bagaimana Anda menghabiskan waktu Anda.

Belajarlah untuk Mengatur waktu lebih Effectif
Tanyakan pada diri Anda “Bagaimana saya menghabiskan waktu saya?”. Ikuti langkah-langkah untuk belajar mengatur waktu Anda lebih efektif.
  1. Menggunakan selembar kertas, dan buat daftar tugas Anda.
  2. Memperkirakan berapa banyak waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap tugas.
  3. Hilangkan tugas-tugas yang tidak perlu dari daftar Anda. Apakah Anda melakukan tugas-tugas ini karena Anda suka atau karena Anda merasa Anda harus? Beritahu orang lain jika perlu, menjelaskan bahwa saat ini Anda terlalu kewalahan, butuh pertolongan. Dengan Anda sudah membebaskan sejumlah besar waktu.
  4. Delegasikan beberapa tugas kepada orang lain. Apakah ada tugas pasangan Anda, anak-anak, atau rekan kerja yang bisa mengerjakannya? Berilah tanda cek di sebelah tugas yang akan Anda delegasikan, atau menyampaikan langsung kepada orang lain. Tulis nama mereka di samping setiap tugas yang Anda delegasikan.
  5. Prioritaskan tugas-tugas Anda dengan penomoran mereka dalam urutan terpenting. Jika Anda mengalami kesulitan menentukan apa yang paling penting, tanyakan pada diri Anda, apa yang perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar saya? Apa yang diperlukan untuk menjadi sukses di tempat kerja? Apakah saya memiliki tenggat waktu? Jika demikian, menentukan prioritas menjadi lebih mudah.
Membuat Sebuah Rencana Kerja

Setelah Anda membuat skala prioritas tugas-tugas Anda, buatlah rencana kerja untuk setiap tugas besar. Rencana kerja ini adalah daftar langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menyelesaikan tugas atau tujuan yang lebih besar.
Untuk membuat sebuah rencana aksi:
  1. Menentukan ukuran sukses untuk setiap tugas.
  2. Selanjutnya, daftar setiap langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas.
  3. Menetapkan cara terbaik untuk menyelesaikan tugas. Pertimbangkan bereksperimen dengan metode yang berbeda dan meminta nasihat orang lain.
  4. Untuk menghemat waktu, cari cara untuk kerja multi-tugas, atau melakukan lebih dari satu hal sekaligus.
  5. Mengumpulkan orang-orang dan sumber daya yang Anda butuhkan untuk membuat rencana kerja Anda.
Setelah Anda membuat investasi yang signifikan tentang cara belajar untuk lebih mengatur waktu Anda. Lakukan yang terbaik untuk menindaklanjuti dengan rencana kerja Anda. Berbagi rencana dengan mentor atau supervisor Anda, revisi rencana jika perlu. Lihat ketika Anda merasa kewalahan. Dan, belajar untuk mengatakan tidak terhadap tugas-tugas baru.

"Manajemen Waktu"
One of the best lessons that anyone can learn in life
is how to use time wisely

- William A. Irwin -
Apa pendapat anda tentang "waktu", suatu anugerah atau justru pengekang hidup?
Tuhan menganugerahi waktu 24 jam sehari bagi setiap orang untuk beraktivitas dan menikmati hidup. Sudah cukupkah ? Apakah kita sering merasa kekurangan waktu, bahkan seolah-olah hidup kita begitu dikendalikan oleh waktu ?
Ketika jam weker berbunyi, kita harus segera bangun dan bersiap ke sekolah, jika tidak, kita akan terlambat, padahal mata masih terasa berat dan tubuh masih ingin menikmati kasur yang empuk. Kita harus bekerja keras untuk menyelesaikan setumpuk tugas-tugas, karena deadline waktu yang tidak boleh kita langgar. Kita harus menghafal banyak bahan pelajaran karena tiba waktu untuk ulangan. Bahkan kita harus mulai kuliah, kerja, menikah, pensiun, dan sebagainya, karena sudah tiba waktu untuk semua itu. Jadi sebenarnya seberapa 'berkuasanya' waktu itu ?
Waktu dapat menjadi pengekang hidup, jika kita membiarkan diri dikendalikan olehnya, tapi waktu menjadi suatu anugerah, jika kita mampu mengendalikan dan mengelolanya dengan bijaksana serta melihatnya sebagai kesempatan untuk mengalami hal-hal yang bermakna. Jadi, kita yang memegang kendali atas waktu, bukan waktu yang mengendalikan kita.
Sudahkah anda membuat waktu anda bermakna ?
Sebelum membahas lebih jauh tentang manajemen waktu, kita perlu memahami dua pengertian tentang waktu, yaitu sebagai kronos dan kairos.
Kronos adalah waktu-waktu yang kita jalani, misalnya Senin, Selasa, sehari, sebulan, setahun. Seringkali kita menggunakannya pada istilah kronologis. Sedangkan kairos adalah waktu yang bermakna bagi kita. Dari usia 0 tahun hingga 17 tahun kita menjalani kronos, tapi dalam kurun waktu itu pasti ada saat-saat penting yang membawa kesan tersendiri bagi kita, misalnya saat pertama masuk sekolah, saat bertengkar dengan sahabat, saat pertama kali jatuh cinta, saat gagal di ujian, saat menjadi juara di pertandingan olahraga. Bagaimana reaksi kita pada saat itu dan bagaimana kita menghadapinya ? Pelajaran apa yang kita peroleh dari peristiwa itu ?
Itulah kairos, saat-saat bermakna dalam perjalanan hidup yang membentuk karakter diri kita.
Kairos tidak harus berupa peristiwa besar, mungkin hanya peristiwa kecil / sepele, tapi yang penting kita bisa belajar sesuatu dari peristiwa itu. Intinya, marilah kita belajar peka untuk melihat makna dibalik peristiwa. Ada perbedaan besar antara orang yang hanya sekedar menjalani kronos dengan orang yang mampu melihat kairos-kairos dalam hidupnya.
Orang yang mampu memahami waktu sebagai kairos, melihat hidup sebagai kesempatan , bukan sekedar hidup yang dijalani begitu saja tanpa makna. Kesempatan untuk mengalami suka dan duka, sukses dan gagal, yang memproses diri kita menjadi pribadi yang matang dan tangguh. Kesempatan untuk mengisi hidup ini dengan banyak hal yang bermakna..
Kita masuk perguruan tinggi selama 4 atau 5 tahun, apakah hanya untuk mendapat gelar sarjana ? Harus lebih dari itu, waktu-waktu itu akan menjadi kesempatan untuk meraih kairos-kairos. Kesulitan ketika belajar, kegagalan di ujian, pertemuan dengan orang serta lingkungan yang baru, adalah kesempatan untuk belajar menjadi pribadi yang lebih ulet, lebih punya kontrol diri, lebih mampu menyesuaikan diri dan sebagainya. Sudahkah anda mengubah kronos menjadi kairos ?
Memanajemen waktu dengan tepat
Jika kita memahami waktu sebagai kairos, kita akan menyadari bahwa waktu itu begitu berharga. Mungkin ada banyak hal yang ingin kita lakukan dan kita alami dalam hidup ini, bagaimana cara mengaturnya ?
Ada 3 hal yang harus kita miliki: a goal - a plan - take action
A goal ( tujuan )
Apa tujuan yang ingin kita capai dalam hidup ini ? Mengapa kita ingin mencapai itu ? Masing-masing orang tentu berbeda, tapi setiap orang harus punya. Ini penting, karena banyak orang yang menjalani hari-hari hidupnya tanpa tahu untuk apa ia hidup, mau ke mana ia menuju. Hidup menjadi seperti petualangan tanpa arah atau hanya sebuah rutinitas. Padahal hidup adalah sebuah perjalanan yang perlu direncanakan dengan baik. Jika anda belum menemukan tujuan hidup anda, ambillah waktu untuk menggumulkan hal itu. Bila perlu mintalah bantuan pada orang yang mampu membimbing anda. Ini adalah langkah awal yang penting. Jangan di hari tua kita baru menyesal " Mengapa aku tidak menata hidupku sejak muda " atau kita baru menyadari " Mengapa hidupku jadi begini ? " Tentu di saat itu semuanya sudah terlambat.
Setelah kita tahu apa yang ingin kita capai dalam hidup ( ini adalah tujuan jangka panjang ), kita dapat melanjutkannya dengan membuat tujuan-tujuan atau target-target jangka pendek, sebagai langkah untuk mencapai tujuan akhir. Target untuk 5 tahun mendatang, target tahun ini, target semester ini, bahkan target hari ini. Tujuan/target bisa lebih dari satu, misalnya target dalam bidang studi, pekerjaan, spiritual, dan sebagainya. Buatlah target yang realistis ( sesuai kemampuan ) dan konkrit. Bila perlu tulislah pada kertas/buku catatan anda.
A plan ( rencana )
" If you fail to plan, you plan to fail." Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya sebuah perencanaan. Jika kita sudah punya tujuan/target yang jelas, kita dapat merencanakan langkah dan cara untuk mencapai hal itu. Beberapa langkah yang dapat kita lakukan adalah :  
-Mengatur aktivitas
Evaluasi kembali aktivitas-aktivitas yang biasa kita lakukan selama ini. Dari sekian banyak aktivitas yang ada, pilihlah mana yang perlu dilakukan, mana yang tidak. Apa aktivitas yang lebih baik kita lakukan di waktu luang, misalnya: apakah kita sering memboroskan waktu untuk nonton VCD atau jalan-jalan ke Mall ? Apakah ada kegiatan yang lebih bermanfaat yang dapat kita lakukan ? Mungkin belajar bahasa Inggris, jika ternyata kita punya tujuan menjadi ahli komputer sedangkan kemampuan bahasa Inggris kita masih kurang. Jadi kita men-seleksi aktivitas dalam rangka mencapai tujuan yang sudah kita targetkan.  
-Menentukan prioritas
Dari sekian banyak aktivitas yang sudah kita seleksi, terkadang kita masih ingin melakukan banyak hal : kuliah, les Inggris, les musik, olahraga, kumpul dengan teman-teman, ikut organisasi atau pelayanan, bekerja paruh waktu, dan sebagainya. Jika kita ingin melakukan semuanya, mungkin bisa, tapi hasilnya belum tentu optimal, dan bisa jadi yang terpenting justru terabaikan. Misalnya: karena terlalu asyik berorganisasi, kuliah jadi terlantar.
Kita harus menentukan aktivitas-aktivitas yang harus mendapat prioritas utama, dan aktivitas-aktivitas yang boleh kita lakukan, namun pada porsi yang tepat. Sebagai contoh: olahraga itu penting, kita perlu menyediakan waktu untuk itu, tapi tidak perlu menjadi prioritas utama, jika tujuan kita bukan untuk menjadi seorang atlit. Jika suatu saat kita dihadapkan pada dua pilihan, misalnya sore ini harus kerja kelompok padahal bersamaan dengan jadwal main basket dengan teman-teman. Kita bisa menentukan mana yang harus kita dahulukan, karena kita tahu apa prioritas kita.  
-Membuat rencana yang realistis
Jika kita sudah menentukan target yang realistis, maka kita juga perlu membuat rencana yang realistis. Misalkan dalam semester pertama kita punya target untuk mencapai IP di atas 2,5, kita membuat rencana agar target itu tercapai. Kita membuat jadwal belajar secara teratur, berapa jam sehari, kapan waktu yang terbaik, dan sebagainya. Buatlah semua itu secara realistis, sehingga kita dapat sungguh-sungguh melaksanakannya.  
-Melaksanakan rencana secara fleksibel
Terkadang rencana yang sudah kita buat, terganggu oleh hal-hal yang tidak terduga. Misalkan nanti malam adalah jadwal kita belajar, tapi ternyata ada acara penting yang harus kita hadiri. Jika acara itu memang penting dan tidak dapat ditunda, batalkan jadwal belajar dan carilah waktu pengganti. Tapi perlu diwaspadai, jangan suka mengubah rencana karena tergoda dengan hal-hal yang kurang penting. Jika ada kegiatan di luar rencana yang ingin kita lakukan, aturlah waktu sehingga hal yang penting tetap dapat kita laksanakan.  
-Membuat agenda harian
Mempunyai jadwal kegiatan harian akan sangat membantu kita untuk memanajemen waktu yang kita miliki setiap hari, namun tidak semua orang mau membuatnya secara detil. Paling tidak kita harus mencatat hal-hal penting yang harus kita lakukan di agenda harian, sehingga di pagi hari kita sudah tahu apa yang harus kita lakukan pada hari itu dan bagaimana cara kita mengatur waktu untuk menyelesaikan semuanya. Target jangka panjang akan tercapai jika kita mampu mendisiplin diri untuk menyelesaikan target-target harian.
Take action ( bertindak )
Lakukan apa yang sudah direncanakan! Jika tidak, semua target dan rencana yang kita buat tidak punya arti apa-apa. Beberapa hal yang harus kita waspadai :  
-Jika 'penyakit' malas menyerang
" Saya lagi nggak mood "; " Waktunya nggak pas buat belajar " dan sebagainya. 
-Kebiasaan menunda pekerjaan
" Besok masih ada waktu kok "; " Sebentar lagi ah "; " Ujiannya kan masih minggu depan "  
-Tidak mampu mendisiplin diri sendiri
Kalau sudah terlanjur nonton televisi atau main game, lupa segalanya 
-Tidak berani berkata "tidak"
'Sungkan' menolak teman yang tiba-tiba mengajak keluar atau ngobrol lewat telepon
Kemampuan memanajemen waktu berkaitan erat dengan kebiasaan kita sehari-hari. Jika kita sudah terbiasa hidup tanpa planning, atau terbiasa menunda-nunda sesuatu, akan sangat sulit mendisiplin diri dengan jadwal waktu yang terencana. Mengubah kebiasaan adalah hal yang sulit, namun kesuksesan diraih dengan kemauan dan keberanian untuk berubah. Berubah ke arah yang lebih baik dari hari ke hari, terutama dalam hal manajemen waktu.
There never has been, and cannot be, a good life
without self control
- Leo Tolstoy -

Referensi :
Pauk, Walter. 1984. How to Study in College, Boston : Houghton Mifflin Company.
Tong, Stephen. 1996. Pemuda dan Krisis Zaman, Jakarta : Stephen Tong Evangelistic Ministries International.


 Cara Mengatur Waktu Agar Lebih Efektif
19 Januari 2010 oleh ronaldorozalino
 
Cara Mengatur Waktu Agar Lebih Efektif
Tip ini ditujukan bagi siswa/mahasiswa dalam mengatur jadwal belajar secara efektif
Pengaturan Waktu adalah membuat dan melakukan jadwal belajar agar dapat mengatur dan memprioritaskan belajarmu dalam konteks membagi waktu dengan aktivitas, keluarga, dan lain-lain.
Pedoman:
  • Perhatikan waktumu.
  • Refleksikan bagaimana kamu menghabiskan waktumu.
  • Sadarilah kapan kamu menghabiskan waktumu dengan sia-sia.
  • Ketahuilah kapan kamu produktif.
Dengan mengetahui bagaimana kamu menghabiskan waktu dapat membantu untuk:
Membuat daftar “Kerjaan”. Tulislah hal-hal yang harus kamu kerjakan, kemudian putuskan apa yang dikerjakan sekarang, apa yang dikerjakan nanti, apa yang dikerjakan orang lain, dan apa yang bisa ditunda dulu pengerjaannya.
Membuat jadwal harian/mingguan. Catat janji temu, kelas dan pertemuan pada buku/tabel kronologis. Selalu mengetahui jadwal selama sehari, dan selalu pergi tidur dengan mengetahui kamu sudah siap untuk menyambut besok.
Merencanakan jadwal yang lebih panjang. Gunakan jadwal bulanan sehingga kamu selalu bisa merencanakan kegiatanmu lebih dulu. Jadwal ini juga bisa mengingatkanmu untuk membuat waktu luangmu dengan lebih nyaman.
Rencana Jadwal Belajar Efektif:
  • Beri waktu yang cukup untuk tidur, makan dan kegiatan hiburan.
  • Prioritaskan tugas-tugas.
  • Luangkan waktu untuk diskusi atau mengulang bahan sebelum kelas.
  • Atur waktu untuk mengulang langsung bahan pelajaran setelah kelas. Ingatlah bahwa kemungkinan terbesar untuk lupa terjadi dalam waktu 24 jam tanpa review.
  • Jadwalkan waktu 50 menit untuk setiap sesi belajar.
  • Pilih tempat yang nyaman (tidak mengganggu konsentrasi) untuk belajar.
  • Rencanakan juga “deadline”.
  • Jadwalkan waktu belajarmu sebanyak mungkin pada pagi/siang/sore hari.
  • Jadwalkan review bahan pelajaran mingguan.
  • Hati-hati, jangan sampai diperbudak oleh jadwalmu sendiri! Berbagai Sumber.
 
7 Langkah Memanage Waktu Dengan Baik
 
Sulit mengatur waktu karena beban pekerjaan yang terasa semakin berat? Meskipun kehadiran teknologi canggih seperti komputer, internet dan handphone makin memudahkan kehidupan Anda dalam mengakses pekerjaan, namun masih banyak saja yang merasa kesulitan membagi waktu antara kehidupan pribadi, keluarga dan pekerjaan. Mereka beranggapan waktu begitu cepat berlalu, sementara pekerjaan di kantor maupun di rumah masih siap menghadang.

Mulailah belajar memanage waktu agar kehidupan Anda tak selalu monoton dan membuat diri Anda tertekan. Mau tau cara efektif untuk mengatur waktu Anda dengan baik?


Susun program kerja Anda sebaik mungkin.
Buatlah jadwal pekerjaan apa saja yang harus diselesaikan dalam satu minggu atau satu bulan ke depan Tentukan juga batas waktu penyelesaian dari masing-masing tugas tersebut. Dengan demikian semua tugas dapat Anda kontrol dengan baik.


Rencanakan untuk menyelesaikan proyek tersulit
Jika disela-sela rutinitas pekerjaan, Anda memiliki sedikit waktu luang, cobalah untuk mengerjakan tugas atau suatu proyek yang agak berat.


Atur waktu untuk diri sendiri dan juga orang lain.
Jika ingin memiliki waktu lebih, cobalah mengatur ritme kehidupan Anda, dengan bangun 1 jam 30 menit lebih awal atau tidur malam satu setengah jam lebih larut dibanding biasanya. Namun sesibuk apapun diri Anda, jangan pernah lupa untuk menyempatkan diri bertemu dengan sang kekasih, pergi
lunch bareng teman-teman atau sekedar berkumpul dengan keluarga. Selain bisa mempererat hubungan, juga dapat membantu merelakskan pikiran dan mengurangi tekanan akibat pekerjaan.


Delegasikan tugas sebanyak yang bisa Anda berikan.
Mintalah bantuan karyawan Anda untuk mengerjakan tugas atau proyek kantor bila Anda sudah terlalu disibukan dengan tugas lainnya. Sementara di rumah, ajak anak-anak untuk membantu Anda dalam membersihkan rumah atau carilah pembantu rumah tangga bila Anda benar-benar mengalami kesulitan untuk mengerjakan tugas rumah seorang diri.


Belajar untuk berkata tidak.
Mungkin Anda sering mendapat tawaran untuk menjadi anggota salah satu organisasi tertentu. atau juga sering mendapat undangan untuk menghadiri suatu acara. Tolaklah tawaran dan permintaan itu secara halus jika Anda tidak memiliki banyak waktu untuk menghadirinya.


Segera tanggulangi pekerjaan yang tertunda
Jika masih ada pekerjaan yang belum terselesaikan, segera atasi. Semakin banyak dan sering Anda menunda pekerjaan maka akan semakin menumpuk dan memberatkan diri Anda.


Jangan terlalu perfeksionis.
Memiliki sikap perfeksionis memang tidak salah, namun jika terlalu berlebihan malah bisa merugikan Anda. Jangan buang waktu Anda dengan percuma hanya karena terobsesi untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Padahal sisa waktu tersebut mungkin masih bisa Anda gunakan untuk hal-hal lain yang lebih bermanfaat.

 

















0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah meninggalkan pesan ..