CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Senin, 14 November 2011

Why Must Sharia Economic (1)

(Alhamdulillah, Sabtu kemarin saya (dan Pa Didi) dan 3 orang siswa SMA Insan Cendekia Al Muslim yang diwakili oleh Tio, Maudy dan Nichelle, mendapat undangan Seminar yang diadakan oleh Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma.
Bertempat di Ruang Sinema Kampus J Kalimalang, seminar kali ini dingiiin banget...)




Economic systems determine:
  • what will be produced?
  • how will it be produced?
  • for whom willl it be produced ?
Jika ketiga masalah tersebut dapat diselesaikan, maka tidak akan muncul masalah-masalah ekonomi. Tapi bagaimana caranya?
Dari sinilah, muncul berbagai sistem ekonomi yang secara bergantian mencoba menyelesaikan masalah tersebut. Tapi, namanya juga sistem buatan manusia, ternyata tak ada sistem ekonomi di dunia ini yang mampu menjawab semua ini hingga tuntas.

Gagalnya sistem ekonomi Sosialisme karena sistem ini mencoba menghilangkan sifat dasar manusia (ingin memiliki, ingin kaya, ingin punya perusahaan, dsb). Pengekangan yang dilakukan sistem inipun membuat pekerja kurang kreatif dan produktif karena penghargaan yang diberikan sama pada semua orang.
Alih-alih ingin memeratakan kesejahteraan, namun kebanyakan negara ini rata-rata miskin.

Dan, walaupun meskipun saat ini sistem kapitalis masih menjadi sistem ekonomi yang digunakan oleh mayoritas negara yang ada di dunia ini, namun sisitem ini seringkali gagal dan malah menimbulkan bubble economic.
Sistem ini cenderung hanya membesarkan pelaku usaha dengan modal besar dan menggerus pelau usaha kecil. Apalagi transaksi maya yang lebih besar dari transaksi riil. ( Ingat kasus runtuhnya perekonomian Amerika beberapa waktu lalu ?)


Mengevaluasi kegagalan sistem ekonomi yang berlaku di dunia ini, sebenarnya Ekonomi Syariah adalah solusi. Bagaimana tidak, yang menawarkan kan Allah SWT. Ada garansinya. Apalagi ternyata sistem ekonomi syariah sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Terutama ketika Umar menjadi khalifah, tidak ada satu orangpun yang miskin.

Namun hanya keyakinan saja tidak cukup. Perlu keberanian semua orang dan tindakan nyata agar prinsip-prinsip Islam yang menghargai hak pribadi namun tetap memperhatikan kepentingan bersama bisa dilaksanakan, di semua aspek persendian ekonomi.


0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah meninggalkan pesan ..